Detail Berita Utama

JAMBORE DAN OUTING SERANGAN UMUM 1 MARET 1949 TAHUN 2021

JAMBORE DAN OUTING SERANGAN UMUM 1 MARET 1949 TAHUN 2021

Dalam rangka memperingati Peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949 sekaligus sosialisasi untuk mendukung usulan tanggal 1 Maret ditetapkan sebagai hari besar nasional Mahasiswa Prodi Pendidikan Sejarah Universitas PGRI Yogyakarta juga turut berpartisipasi dalam Jambore Kesejarahan dan Outing. Kegiatan ini diadakan oleh Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta pada tanggal 27-28 Maret 2021 di Prime Hotel Plaza Yoyakarta yang dihadiri oleh Drs I Gede Adi Atmaja selaku Kepala Seksi Sejarah Dinas Kebudayaan Yogyakarta. Acara dilaksanakan dengan dua metode yaitu secara daring dan luring. Acara daring sendiri dilaksanakan dengan via zoom diperuntukan bagi komunitas serta penggiat sejarah yang berada diluar Yogyakarta dan secara luring dengan tetap mematuhi  protokol kesehatan. Jambore dan outing ini diikuti oleh seluruh komunitas dan penggiat sejarah diseluruh Indonesia dengan nama hari Penegakan Kedaulatan Nasional. Program Sarjana Pendidikan Sejarah diwakili oleh Devi Melani Mahasiswa Prodi Pendidikan Sejarah semester 6 dan Nurul Ismi Lestari Mahasiswa Prodi Pendidikan Sejarah semester 4.

Hari pertama tanggal 27 Maret 2020 diadakan jamboree dengan agenda kegiatan berupa seminar dan diskusi panel yang terbagi menjadi lima sesi. Sesi pertama mengangkat tema Peran Dapur Umum pada serangan umum 1 Maret. Sesi kedua mengangkat tema Diplomasi Indonesia Setelah Serangan Umum 1 Maret 1949. Sesi ketiga mengangkat tema Dr. Sardjito Sebagai Agresi Militer II di Yogyakarta. Sesi keempat mengangkat tema Yogyakarta Setelah 1 Maret dan sesi kelima mengangkat tema Dana Perjuangan Dalam Revolusi Indonesia 1945-1950. Hari kedua tanggal 28 Maret 2020 diselenggarakan berupa Outing.

Pada kesempatan kali ini outing dilaksanakan di desa Wisata Srowolan, purwobinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman. Didesa Srowolan menjadi saksi bisu perjuangan rakyat Indonesia dalam menegakkan kedaulatan Indonesia yang dianggap telah tidak ada serta cikal bakal terbentuknya kecamatan pakem. Didesa srowolan ini kita dapat menjumpai pasar perjuangan Srowolan yang dahulu menjadi markas dari tentara pelajar untuk menyusun strategi melawan Belanda yang sekarang sudah tidak berfungsi. Kegiatan ini diharapkan menjadi pengingat kita agar tidak pernah lupa terhadap peristiwa-peristiwa kecil yang menjadi penyumbang keberhasilan peristiwa besar serta menjadi pengingat kita akan kegigihan para pahlawan pendahulu kita dalam mempertahankan kedaulatan Indonesia.

baca juga: https://www.upy.ac.id/berita/g-countest-3-2021