Detail Berita Utama

Kampus Merdeka Harus Bisa Menciptakan Generasi Yang Kritis dan Peduli

Kampus Merdeka Harus Bisa Menciptakan Generasi Yang Kritis dan Peduli

Bersamaan dengan memperingati Hari Guru Nasional 2021, Duta Museum DIY untuk Museorium UPY mempersembahkan Jumpa Sahabat Museum dengan mengadakan Seminar yang mengusung tema “Memaknai Peran Guru  Dalam Pendidikan Di Era Digital Berbasis Kebijakan Kampus Merdeka”. Seminar ini dilaksanakan pada hari Kamis (25/11) mulai pukul 09.00 wib-selesai yang bertempat di Museum Lab Sejarah.

Seminar ini di hadiri narasumber-narasumber hebat yakni Dr. Sri Margana, M.Hum, Palupi Sri Wijiyanti, M.Pd dan Dr. M. Iqbal Birsyada, M.Pd. selain itu juga seminar ini dihadiri para dosen dan mahasiswa Pendidikan sejarah dan mahasiswa prodi lainnya serta Duta Museum DIY, Salsabila.

Materi pertama disampaikan oleh Palupi Sri Wijiyanti, M.Pd yang memaparkan materi mengenai museum dan mengajar merdeka. Ia memaparkan bagaimana peran museum dalam PTMT yang menggunakan digitilisasi. “Museum di era digital sangat diperlukan untuk mengikuti minat masyarakat dalam memenuhi kebutuhan informasi, maka dari itu kita perlu membangun museum-museum yang lebih baik untuk kedepan.”tegas Palupi.

Penerapan Kampus Merdeka khususnya Prodi Pendidikan Sejarah, Dr. Muhammad Iqbal Birsyada, M.Pd, Kaprodi Pendidikan Sejarah sekaligus pemateri kedua di acara tersebut, ia memaparkan mengenai hak-hak yang bisa diambil mahasiswa untuk mengambil program studi diluar prodi. Selain itu juga Iqbal memaparkan mengenai tugas dari prodi sesuai dengan kurikulum kampus merdeka agar prodi sejarah lebih baik lagi serta dari kurikulum kampus merdeka mengenai Bentuk Pembelajaran Diluar Kampus seperti wirausaha membangun desa KKN.

Sementara pada materi terakhir, Dr. Sri Margana M.Hum menjelaskan mengenai Peran Guru dalam Mengajar Kampus Merdeka, beliau memaparkan bahwa kebijakan dari Pendidikan harus mengganti kurikulum 5 tahun sekali. “Kampus merdeka ini harus bisa menciptakan generasi pemikir yang kritis dan peduli terhadap lingkungan sekitar. Namun kampus merdeka ini memiliki keriwetan terhadap administrasinya.  Sehingga dengan adanya guru sekolah dan perguruan tinggi ini bisa mengurangi beban dari Lembaga Pendidikan.”tegasnya.

Dari pemaparan materi pada seminar Hari Guru Nasional ini dapat dikatakan bahwasannya, dengan adanya kebijakan kampus merdeka ini diharapkan bisa menghasilkan generasi penerus yang berkualitas tidak hanya untuk kampus tapi untuk diri mereka sendiri. Melalui kampus merdeka ini pula Museum bisa berkembang menjadi lebih baik lagi dengan diberlakukannya digitalisasi museum mulai dari koleksi, publikasi, layanannya dan juga media interaktifnya. Semoga dengan adanya kebijakan kampus merdeka ini kita bisa menjadi generasi penerus dengan tidak hanya sekedar lulus tapi ilmu yang kita dapat bisa berguna juga untuk orang disekeliling kita. (peb)

baca juga: https://www.upy.ac.id/berita/woro-widowati-meriahkan-penutupan-kegiatan-pkkmb-lkmm-td-dan-softskill-di-auditorium-upy